Tuesday, March 13, 2012

Pencitraan Kembali Situs Warisan Dunia di Kota Barcelona



Placa Reial Barcelona, par Narottama 2012

Sintesa Artikel
Pencitraan Kembali Situs Warisan Dunia di Kota Barcelona

oleh: Nararya Narottama
Version français, click ici
Pengantar
Dalam beberapa tahun terakhir Barcelona telah menerapkan pencitraan ulang sebagai strategi ambisius untuk menarik khalayak eksternal. Makalah ini mengidentifikasi kerangka kerja konseptual, di mana dampak dari inisiatif pencitraan pariwisata dapat dipahami.

Kerangka kerja ini berpendapat bahwa pencitraan kembali dapat mempengaruhi komponen citra yang berbeda, dihasilkan melalui konotasi dan citra sinokdikal. Nilai dari kerangka kerja ini kemudian diaplikasi untuk pencitraan kembali kota Barcelona, Catalonia, Spanyol. Studi kasus ini menunjukkan bagaimana citra kota dimodifikasi. Hal ini juga menunjukkan bahwa proses pencitraan kembali kota memiliki implikasi penting secara umum dan menghasilkan tujuan regenerasi yang lebih luas.

Salah satu sektor ekonomi yang paling didambakan oleh Barcelona adalah dari pariwisata, bersamaan dengan industri keuangan, asuransi dan real-estate. Beberapa berpendapat bahwa ini adalah sektor padat karya yang membawa penciptaan lapangan kerja, dengan biaya modal yang rendah, taji pembangunan ekonomi, dapat meningkatkan penyediaan rekreasi bagi warga. Kota Barcelona terus menerapkan pengembangan pariwisata dengan strategi pemasaran ambisius. Banyak dari skema pencitraan dilihat sebagi paradoks.

Pencitraan sangat penting karena wisatawan memerlukan sebuah representasi kota yang koheren, sesuatu yang mudah dan menyenangkan untuk 'dikonsumsi'. Dengan demikian, kota Barcelona mempergunakan kegiatan promosi dan visual perkotaan untuk menyajikan citra yang tepat untuk pasar wisatanya. Berbagai istilah yang berbeda digunakan untuk menggambarkan kegiatan-kegiatan tersebut, termasuk « boosterism », pencitraan kota, pemasaran, tujuan, penjualan dan istilah yang digunakan di sini; pencitraan kembali kota.

Plage de Saint Sebastian, par Narottama 2012

Pencitraan Kembali Kota
Pencitraan kembali kota adalah presentasi (kembali) yang disengaja dan konfigurasi (kembali) dari citra kota malalui modal ekonomi, budaya dan politik. Pencitraan sering melibatkan penyebaran alat pemasaran konvensional, seperti slogan-slogan, logo dan bahasa promosi. Namun, teknik-teknik yang lebih halus juga digunakan, seperti pementasan, pembangunan gedung-gedung ikonik dan implementasi strategi. Strategi untuk mengembangkan kerangka kerja konseptual untuk pencitraan kembali yang mempengaruhi kegiatan wisata di Barcelona. Studi kasus ini sering dikutip dalam penelitian urban, disebabkan keberhasilan Barcelona mencitrakan dirinya sebagai kota tujuan wisata yang menarik.

Meskipun upaya pencitraan kembali kota Barcelona memiliki sejarah panjang, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah kota Barcelona telah memulai upaya untuk memanipulasi citra kota. secara luas, namun lebih halus. Pemerintah kota Barcelona meningkatkan anggaran untuk mengkonstruksi kembali citra dan promosi pariwisata, fenomena ini sebagai bentuk komunikasi, sarana kontrol sosial, tata kota pemerintahan, bentuk wacana dan sebagai modus pemasaran. Pencitraan kadang-kadang disebut sebagai citra organik, karena mereka terbentuk melalui agen 'otonom' yang lebih kredibel, lebih penetratif dan, karenanya, lebih berpengaruh, pada komunikasi pemasaran resmi.

Citra kota yang muncul untuk menjadi otonom, sebenarnya telah dipengaruhi oleh agen-agen promosi. Pencitraan penting untuk kepentingan kota, namun dipengaruhi oleh pertumbuhan koalisi, yakni aliansi informal yang dibuat dari sektor swasta, tokoh masyarakat bisnis dan pejabat pemerintah. Stoker dan Mossberger (1994) mengidentifikasi tipologi rezim, dengan 'rezim simbolis' yang dikutip sebagai salah satu manifestasinya. Berbeda dengan rezim organik atau instrumental, upaya rezim 'simbolik' adalah untuk mengubah fundamental ideologi atau citra sebuah kota. Tujuan mereka adalah transisi '(Stoker dan Mossberger 1994: 201). Menyadari keberadaan dan fungsi rezim perkotaan, khususnya rezim simbolis, memungkinkan pencitraan kembali kota untuk dianalisa dalam arti luas. misalnya, memungkinkan dipertimbangkan adanya ruang perkotaan baru, proyek utama dan bangunan-bangunan arsitektur lain yang tidak dapat didanai publik, tetapi merupakan bagian fundamental dari strategi pencitraan kembali sebuah kota.

Dalam pengakuan terhadap kecanggihan teknologi yang semakin meningkat, banyak peneliti sekarang menyamakan kembali pencitraan kota dengan pencitraan korporasi. Ini mungkin dapat dimengerti sebagai perbedaan antara ruang, perusahaan dan merek yang telah kabur dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan telah mulai menghargai nilai dalam membangun pencitraan merek, menciptakan 'tempat' yang ada sebagai tempat perusahaan mencitrakan dirinya, dengan atraksi untuk pengunjung dan sebagai alat branding. Munculnya 'True City of Nike' adalah contoh dari kecenderungan ini. Di waktu yang sama, tempat konvensional semakin dipasarkan dan terkomodifikasi oleh hubungan dengan merek perusahaan dan waralaba budaya. Untuk memahami dampak dari pencitraan ini, dan pencitraan kembali kota secara umum, adalah penting untuk memahami citra tempat dan bagaimana mereka terbentuk.

Port de Barcelona, Narottama 2012

Jenis Pencitraan
Pencitraan dapat dibagi dalam dua jenis, tergantung emphasis perseptual atau proses kognitif dari informasi dan evaluasi dari tempat. Komponen kognitif berasal dari fakta-fakta mengenai destinasi yang perlu dibangun untuk memicu kesadaran, komponen afektif berhubungan pada motif dalam bagaimana perasaan seseorang mengenai objek dalam konsiderasinya

Banyak penelitian berfokus pada struktur statik daripada perilaku dinamiknya. Berbagai macam persefektif dapat dipakai untuk pengertian lebih lanjut dalam proses ini. Banyak literatur mengenai citra dari suatu tempat lebih mendasarkan pada persepsi daripada konseptual. Dibentuk berdasarkan prinsip-prinsip yang dibangun dalam lingkup psikologi.

Gestalt School berteori bahwa persepsi manusia adalah holistik dan menyediakan prinsip-prinsip bagaimana kita menghadapi pola cita dan lanskap. Menjelaskan beberapa pemikiran-pemikiran mengenai persepsi dari pencitraan suatu tempat atau destinasi. Model penciptaan citra publik, melibatkan identitas dari suatu destinasi kepada publik, dengan elemen-elemen yang hilang atau dibentuk kembali, berdasarkan faktor pribadi maupun eksternal. Citra dari suatu destinasi dapat dimengerti dengan melihat citra yang diproduksi oleh destinasi dan atau media independen, kemudian menguji bagaimana citra tersebut ditransmisikan dan diterima oleh wisatawan. Serta pencitraan dalam kaitannya dengan persepktif kultural.

Kerangka pemikiran tersebut secara esensial berdasarkan pada prinsip semiotik, yang mana salah satunya, termasuk beberapa implikasi penting bagi kebudayaan analisis persepsional, yang mengijinkan perubahan kognitif dan afektif dari konsep citra untuk direpresentasikan.
Cara pertama untuk pencitraan kembali kota adalah dengan penggunaan « Synecdoche », yakni ketika suatu bagian kecil dari sesuatu, menjadi suatu representasi dari keseluruhan dari bagian tersebut. Beberapa ahli menyebut proses ini sebagai metonymy. Sebagai contoh, Menara Eiffel yang merepresentasikan kota Paris. Wisatawan cendrung untuk menerima suatu tempat berdasarkan objek tunggal atau ikon yang dianggap tepat untuk mewakli tempat tersebut.

Dengan menggunakan prinsip dari MacCannell, pencitraan kembali dapat mempengaruhi citra kota melalui transformasi daya tarik terkait, dan menggunakannya dalam simbol-simbol yang menggambarkan sinekdot kota secara utuh., dan pencitraan biasanya berhubungan dengan fitur-fitur perkotaan, tetapi penting untuk dicatat bahwa citra dari suatu kejadian juga dapat 'ditransfer' untuk mewakili destinasi tersebut. Oleh karena itu, pada citra kota yang sinekdokal, didalamnya termasuk beberapa peristiwa penting yang mana masyarakat sering mengaitkannya dengan kota tersebut. Seperti halnya Olimpiade dengan citra dari kota Barcelona.

Cara kedua adalah konotasi, yang terkait dengan kultural, yang kemudian melekat dalam citra dari kota tersebut. Konotasi dianggap produksi makna yang lebih abstrak yang dihasilkan melalui interaksi dengan pesan 'perasaan atau emosi dari pengguna dan nilai-nilai budaya mereka. Konotasi tertentu yang dihasilkan dari pencitraan kembali, dapat mempengaruhi citra kota. Asosiasi ini dapat dihubungkan atau terkait komunikasi dengan tanda-tanda indexical dan simbolis.

Sebaliknya, beberapa inisiatif pencitraan kembali yang dirancang sebagai alat sinekdokal, mungkin gagal untuk mengkomunikasikan konotasi yang berguna, karena mereka ada hanya sebagai ikon estetika kosong, bukan sebagai simbol-simbol bermakna.

Le modern Barcelona, Narottama 2012

Beberapa tahun terakhir, Barcelona telah menunjukkan keberhasilan dari upaya pencitraan kembali kotanya. Upaya-upaya tersebut sudah dilakukan dari tahun 1908. Pencitraan kembali Barcelona sangat rumit dan kontroversial karena bersaing dengan narasinya sebagai kota Catalan, Spanyol dan melawan identitas Eropa. Status Barcelona sebagai ibu kota Catalonia membuat kasusnya lebih kompleks dan sensitif pada imajiner pariwisata Barcelona. Antara tahun 1986 dan 1999, Dewan Kota Barcelona malakukan kampanye untuk restorasi bangunan bersejarah dan juga kampaanye pencitraan kembali .

Reklamasi yang berhasil, representasi dan bangunan yang dirancang oleh Domenech, Puig dan Gaudi, telah memberikan Barcelona dengan beberapa media synecdochical baru. Dengan eksterior yang tidak biasa mereka, ubin warna-warni dan kurva mewah, bangunan Gaudi adalah « tak terbayangkan ». Memang, mereka sering dibandingkan dengan bangunan Disney Theme Park, sebuah struktur yang sengaja 'dicitrakan' untuk turis. Menyadari hal ini, organisasi pariwisata telah menggunakan bangunan Gaudi yang seperti Casa Mila dan Casa Batlo untuk mewakili Barcelona sebagai keseluruhan, termasuk Sagrada Familia yang fenomenal.


Le Park Guell
Semenjak tahun 1984, Le Park Guell menjadi figur warisan budaya dunia UNESCO. Hal ini merupakan suatu kebanggaan, sekaligus tanggung jawab bagi negara yang bersangkutan, karena harus memelihara dan melindunginya dengan baik. Pada masanya, ini adalah bentuk fenomena urban dan borjuis modern, proyek ini dimulai ketika Eusebi Guell memberikan kepercayaan absolut kepada master dari arsitektur kontemporer, Antoni Gaudi untuk membuat sebuah taman kota, meniru model taman Inggris.

Le Parc Guell,  Med 2012

Taman ini kemudian menjadi suatu kompleks yang mengakomodasi 60 villa terpisah, terletak diatas kota Gracia, di Muntanya Pelada (Gunung Pelee). Pada waktu itu, merupakan daerah yang jarang penduduknya, menghubungkan Can Muntaner de Dalt dan Can Coll i Pujol, daerah perbukitan berbatu yang tanpa sumber air. Taman ini dibangun secara seksama dan mendetail, secara estetika dan fungsional, sehingga dapat menimbulkan keindahan alami lingkungannya dan menyediakan solusi bagi permasalahan sumber air

Namun, dimulainya Perang Dunia I dan kurangnya antusiasme terhadap proyek ini, merubah rencana Gaudi ini menjadi sebuah kegagalan komersial. Proyek ini kemudian dibagi dalam tiga wilayah, satu untuk keluarga Trias, keluarga Guell dan untuk Gaudi. Pada awalnya, Gaudi tidak tertarik untuk membeli rumah disana, namun kondisi iklim lingkungan dan mengingat kondisi ayahnya yang tidak sehat, maka tahun 1906, Gaudi memutuskan untuk tinggal disana.

Perumahan keluarga ini berubah menjadi taman dengan banyak jalan setapak, memberikan nuansa utopis dari sorga yang hilang, dengan berbagai jalur berbeda dan dua bangunan dimahkotai kubah yang dilapisi dengan kolasa mosaik yang tidak beraturan. Pada area teater Yunani, terdapat bangku panjang berkelok-kelok yang dikenal sebagai lukisan abstrak terpanjang didunia, disana arsitek Jujol ikut serta berkolaborasi. Kombinasi antara perencana perkotaan terkenal dan desainer ruang yang unik, Gaudi meninggalkan tandanya disini, khususnya dengan menerapkan gagasan simbiosis antara manusia dan alam.

Di taman rumah Gaudi, berdiri sebuah pergola dengan lengkungan parabola yang dirancangnya sendiri. Ada juga bagian berbeda dari proyek lain miliknya, seperti dua gerbang Casa Vicens dan beberapa objek di Casa Mila. Di aula ada representasi perunggu Antoni Gaudí yang dibuat oleh Joan Matamala.

Dalam ruangan Güell-Jujol-Berenguer, terdapat sebuah patung perunggu dan lukisan cat minyak dari Eusebi Güell, sketsa-sketsa dari Jujol dan benda-benda yang diberikan oleh Berenguer. Ada juga sebuah perpustakaan yang didedikasikan untuk Casanelles Enric, sebagai penghormatan terhadap sekretaris dari l’Association des Amis de Gaudí.

Pada tahun 1922, tanah ini diambil alih kota, kemudian pada tahun 1923 dibuka untuk umum. Antoni Gaudí hidup disana selama dua puluh tahun dan pada kematiannya, ia mewariskan rumah itu ke La Junta Constructiva (Assemblée de Construction) dari Katedral Sagrada Familia untuk membantu mengatasi masalah keuangan yang sejak awal melanda proyek itu. La Junta kemudian memutuskan untuk menjual rumah untuk pasangan dari Italia yang pada gilirannya diwariskan ke keponakannya. Beberapa tahun kemudian, orang tersebut menawarkan ke l’Association des Amis de Gaudí. Pada tahun 1963 rumah itu dibuka sebagai lembaga budaya baru di Barcelona. Tapi pada tahun 1992, ia kembali menjadi milik La Junta Constructiva.

La Sagrada Familia (1914 -?)
La Sagrada Familia tercatat dalam Situs Warisan Dunia pada tahun 2005. Merupakan monumen yang paling banyak dikunjungi di Barcelona dan satu-satunya katedral besar di dunia yang sedang dalam pembangunan. Bahkan ini adalah pekerjaan yang paling penting dari arsitek Gaudi, proyeknya yang paling ambisius, yang berinisiatif bukanlah Gaudi, tetapi La Junta Directiva del Temple (Assemblée de Direction du Temple), menyusul pengunduran diri Francisco de Paula Villar, yang pada saat itu merupakan salah seorang yang bertanggung jawab untuk manajemen proyek Sagrada Familia.

La Sagrada Familia, Barcelona. Narottama 2012

Pada tahun 1883, Gaudí mengambil alih proyek ini, dengan harapan mampu menyelesaikan pekerjaan ini hanya dalam sepuluh tahun. Dalam rangka untuk memantau kerjanya, Gaudí memutuskan untuk tinggal di dasar Sagrada Familia. Katedral ini, adalah sebuah karya yang didedikasikan untuk kemuliaan Tuhan. Terinspirasi oleh katedral abad pertengahan, Sagrada Familia berdiri di tengah kota Barcelona, sebagai sebuah bangunan neo-gothic seluas 12.800 meter persegi. Dari delapan belas menara yang awalnya direncanakan - dua belas menara untuk murid Yesus, empat untuk para penginjil dan dua lainnya, untuk Bunda Maria dan Yesus Kristus, hanya menara San Bernabe yang selesai hingga kematian Gaudí pada tahun 1926.

Menurut Salvador Dalí, tampak depan dari Nativite, adalah karya dekorasi yang dibangun melalui resonansi harmonik. Dimana, proyek tersebut mencakup dua serambi, yakni Passion dan Death, masing-masing didominasi oleh empat menara yang sangat tinggi, mencapai tinggi seratus meter. Untuk proyek ini, Gaudí bekerja sesuai dengan pencahayaan dari sinar cahaya pada setiap sudut kuil, ia mengeksplorasi keindahan musikal dari paduan suara. Ia memastikan keindahan suara lonceng dan organ (yang akan dioperasikan dari keyboard elektronik) terdengar hingga ke seluruh kota. Suatu karya besar, dalam bentuk sebuah katedral dengan mosaik berwarna-warni, dan kerlipan cahaya.

Saat ini, pekerjaan dilanjutkan melalui sumbangan dan warisan terdahulu. Setelah kematian Gaudi, arsitek lain mengambil manajemen proyek, seperti Domenech i Sugranyes, Francesc Quintana, Isidre Puig Boada dan Matamala. Pada tahun enam puluhan, sekelompok intelektual FAD (Foment Arts Decoratives) Promotion des Arts Décoratifs * menuntut penghentian proyek karena kurangnya rencana rinci Gaudí. Dalam naskah yang ditemukan setelah kematian Gaudi, dinyatakan bahwa diperlukan beberapa generasi untuk menyelesaikan Sagrada Familia. Jordi Bonet adalah arsitek yang saat ini bertanggung jawab untuk melanjutkan pekerjaan ini. Tahun 2007 merupakan 125 tahun sejak batu pertama Sagrada Familia diletakkan.

La Pedrera (1906 -1910)
La Pedrera atau Casa Mila salah satu bangunan imajinatif warisan Gaudí. Terletak di jalan Passig de Gracia no. 92, bangunan ini dipercayakan ke Antoni Gaudí oleh keluarga Mila, mengikuti bangunan oleh arsitek Casa Batllo. Pada tahun 1984, UNESCO mendaftarkan gedung La Pedrera ke dalam Situs Warisan Dunia.

Bangunan ini memiliki arsitektur yang unik, dua bangunan dengan akses berbeda namun disatukan dalam serambi yang sama. Dengan menggunakan teknik arsitektur naval (kapal laut), bangunan ini berbentuk tidak biasa, lebih mirip ukiran daripada bangunan. Dengan susunan batu tanpa garis lurus, besi-besi balkon dari besi tempa berbentuk tanaman dan tumbuhan. Secara keseluruhan, bentuk bangunan ini sangat impresif. Terasnya mirip seperti lukisan abstrak, dengan lengkungqn dan bentuk gelombang.


Casa Batllo (1904-1906)
Merupakan salah satu Warisan Dunia UNESCO karya Antoni Gaudí. Sebuah karya arsitektur, buah dari warisan universal dan kontribusi luar biasa dari arsitektur Gaudí untuk identitas Catalan. Casa Batlló lahir dari restorasi bangunan yang dibangun tahun 1877, terletak di jalan Passeig de Gràcia No. 43. Imajinasi dan kreaifitas Gaudi, dikombinasikan dengan ide-ide dari arsitek Jujol, memungkinkan bangunan tersebut direnovasi secara luar biasa. Merupakan konsep baru dari dekorasi dan ornamen yang didesain untuk menambah cahaya. Atapnya ditutupi dengan keramik polikrom berbentuk mosaik, sehingga menciptakan kesan jernih dan bercahaya menurut posisi matahari.

Untuk mempercantik dan menghiasi bangunan ini, Gaudí bekerja sama dengan banyak seniman, pemahat, kontraktor, desainer, spesialis dalam besi tempa, plester. Arsitektur ini menggunakan bahan lokal dengan dekorasi yang menyesuaikan bentuk dan warna dari lingkungan sekitarnya. Gaudí menekankan penyatuan dari semua bentuk-bentuk estetis tersebut.

Restorasi meliputi penambahan lantai lima, perluasan aula, pembangunan ruang bawah tanah, renovasi tangga dan dinding interior apartemen, beberapa bagian akan dibangun kembali untuk menciptakan ruang kurva, yang sepenuhnya menghilangkan sudut sekitar rumah. Casa Batllo juga dikenal untuk sistem ventilasi alami dan furnitur yang dirancang sendiri oleh Gaudí.

Casa Batllo (1904-1906) tetap menjadi salah satu karya paling penting dari Gaudí untuk simbolismenya, kekayaan warnanya, penggunaan berbagai bahan, seperti batu bata, besi, keramik, kayu, dll. Dan berkontribusi untuk teknik geometri dan desain konstruksi baru, sesuai dengan karakteristik dari Surealisme, Ekspresionisme, Kubisme, dan Konstruktivisme.


Palau Guell 1886-1889
UNESCO mengklasifikasikan Palau Güell pada daftar Warisan Dunia. Di masanya, merupakan salah satu bangunan paling mewah di Barcelona. Pembangunannya merupakan perintah dari Eusebi Güell kepada Gaudi. Terletak di jalan Nou de la Rambla No. 3.

Palau Güell menampilkan konsep yang sangat asli. Dibuat untuk menunjukkan status sosial dan ekonomi dari Eusebi Güell. Terletak di daerah yang agak kurang dikenal pada waktu itu tapi dekat dengan tempat tinggal lain yang dimiliki oleh keluarga Güell. Jadi, dengan maksud untuk menghubungkan dua tempat tinggal, Güell meminta arsitek Gaudi untuk membangun sebuah rumah besar bagaikan istana.

Pada eksterior fasad utama, terbuat dari batuan berwarna, terdapat dua pintu dengan inisial 'E' dan 'G', inisial Eusebi Güell, beserta lambang Catalonia, Fasad belakang, dirancang untuk mengakomodasi kereta dan kuda, juga mencerminkan keakuratan perhitungan dari fungsi bangunan. Interior ditandai dengan selera yang baik dan elegan, kolom marmer dan langit-langit ditutupi dengan batu mulia yang mengingatkan gaya Arab-Mudejar.

Eusebi Güell tinggal di sana selama beberapa waktu sampai 1910, ketika ia memutuskan untuk pindah ke kediaman yang telah dibangun untuknya di Park Güell. Beberapa tahun kemudian, selama Perang Saudara Spanyol, istana ini dijarah oleh sekelompok anarkis, yang bertanggung jawab atas berbagai kerusakan dan hilangnya sebuah patung.

Palau Güell dijual kepada Diputació de Barcelona/ Dewan Provinsi Barcelona ke rumah Museum Seni Pertunjukan, Museu d'Art Escenic. Bangunan ini menunjukkan keadaan yang cukup layak dari usaha pelestarian dan berbagai restorasi.

Casa Vicens 1883-1888
Casa Vicens adalah proyek pertama dari rumah pribadi Gaudí. Adalah Manuel Vicens i Montaner yang mempercayakan kepadanya. Sebuah proyek yang sangat imajinatif untuk keluarga yang memiliki pabrik tembikar, ditunjukkan pada bagian depan rumah. Rumah ini adalah sebuah villa musim panas dengan taman dan air mancur, terletak di jalan Carolines de Barcelone no 24.

Rumah itu terletak di salah satu sisi taman. Gaudí bekerja keras untuk memperkuat seluruh struktur bangunan sesuai dengan desain aslinya walaupun merupakan tugas yang sulit. Di dalam rumah, pengaruh arsitektur Arab juga hadir, termasuk di langit-langit, dengan lukisan burung-burung. Selain itu, penggunaan warna di rumah ini membuktikan bahwa arsitektur Gaudí tidak menyukai arsitektur tanpa keramik berwarna. Pengaturan ubin di lantai merupakan karakteristik dari karyanya ini.

Sebuah bangunan yang secara sempurna merefleksikan lingkungan di mana ia berada, seperti yang ditunjukkan Gaudi dengan membuat bunga-bunga kuning dari keramik, hal ini ia lakukan setelah melihat bunga-bunga tersebut tumbuh di tanah sebelum konstruksi rumah dimulai. Itulah sebabnya, ia dianggap sebagai sebagai arsitek pertama yang ramah lingkungan. Sepanjang karirnya, dalam pencarian untuk harmoni yang sempurna, ia menunjukkan obsesi dengan penggunaan bahan lokal dan menghormati lingkungannya.

Crypte Colonia Güell 1898 - 1916
Crypte Colonia Güell terletak di Santa Coloma de Cervello, dekat Barcelona, merupakan Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 2005. Ini adalah sebuah proyek dari Comte Güell yang dipercayakan (lagi) kepada Gaudi. Bagi Gaudi, proyek ini merupakan bagian dari pembangunan Sagrada Familia, sebuah expérimentation d’ingénierie sociale.

Di dalam ruang bawah tanah, sebagian besar jendela terbuat dari kaca patri dengan salib yang dilindungi oleh jeruji besi. Di sudut lain, Gaudi berkarya dengan besi tempa, membentuk lipatan atau lukisan untuk menunjukkan bahwa itu adalah ruang bawah tanah pabrik tekstil. Untuk konstruksi ini, Antoni Gaudí bertanggung jawab merancang furnitur, termasuk bangku, yang memungkinkan orang untuk duduk dengan baik dan terjaga sehingga mereka bisa berkonsentrasi dan tidak terlalu santai.

Antoni Gaudí :Sebuah proyeksi otodidak internasional
Antoni Gaudí lahir di provinsi Baix Camp dekat Tarragona, 25 Juni 1852. Sejak usia dini ia menunjukkan minat menggambar dan arsitektur, ia bekerja untuk beberapa majalah mingguan, termasuk majalah L’Arlequín. Beberapa tahun kemudian, ia belajar dengan master Berenguer de Reus.

Pada tahun 1869, Antoni Gaudí dan keluarganya datang untuk tinggal di Barcelona, ia terdaftar di l’École d’Architecture - Sekolah Arsitektur. Dalam rangka untuk membiayai studinya, Gaudi bekerja dengan Josep Fontserè untuk proyek Ciutadella Park dan le Marché du Born . Pada tahun 1878 ia lulus dan menjadi seorang arsitek. Pada tahun yang sama, ia bertemu Eusebi Güell – dijuluki Comte de Güell karena imannya dan kontribusinya kepada produksi karya seni dan memperluas warisan budaya Barcelona - yang menjadi pelindung dan menugaskan kepadanya banyak karya.

Hubungan Gaudi dengan pihak gerejawi memungkinkan dia untuk menyertakan penciptaan arsitektur religius dalam produksinya. Antoni Gaudí meninggal 7 Juni 1926, dalam kecelakaan trem dan dimakamkan di ruang bawah tanah Katedral Sagrada Familia. Meskipun itu bukan inisiatifnya, ia mengabdikan tahun-tahun terakhir hidupnya untuk Sagrada Familia. Namun ia tidak memiliki kesempatan untuk menyelesaikan karyanya. Sebuah ciptaan, yang seperti katanya sendiri, akan memerlukan beberapa generasi sebelum benar-benar selesai.

Ia diasosiasikan dengan dunia simbolisme, keajaiban dan okultisme, ia juga dianggap sebagai pelopor modernitas, dalam geometri yang kemudian berkembang. Sebenarnya ia adalah otodiak yang mengambil keuntungan dari sains mekanika dan industri kemudian menyediakan solusi dan alternatif yang baru. Dengan kewaspadaan agar tidak terjatuh dalam inkonsistensi gaya modern, ia selalu menggunakan alam sebagai eleman artistiknya, menggabungkan berbagai seni, menciptakan lanskap urban yang penuh warna dengan kombinasi berbagai material ; keramik, kaca, besi tempa. Karya-karyanya digambarkan sebagai tradisionalis, orisinal dan fungsional.

Karya-karya Gaudi adalah ikon utama Barcelona. Sebuah filsafat yang berhubungan dengan arsitektur modern yang diterjemahkan ke dalam bentuk seni yang sama sekali berbeda, menggabungkan bahan-bahan dan teknik kerja baru. Karena penguasaan teknik yang ia temukan sendiri, Antoni Gaudí menjadi seorang guru terkemuka arsitektur Catalan di bidang konstruksi. Ternyata karya-karya arsitektur Gaudí dirancang dengan perhitungan geometris yang sangat hati-hati, seperti yang ditunjukkan dengan bijaksana ketika Le Corbusier menyebut geometri sebagai solusi untuk masalah arsitektur.

Untuk mengklasifikasikan tahapan artistik dari Gaudi, bukanlah pekerjaan yang mudah, mengingat periode pembangunan karyanya yang berbeda, beberapa bisa ditemukan dan beberapa belum selesai. Dalam karyanya terdapat pengaruh Arab dan Gothic, yang mana ketika itu tidak sesuai dengan masanya. Setelah tahapan pengembangan Gothic, karya-karya berikutnya dgambarkan sebagai natruralis ekspresionis dengan inti modernisme.

Palau de la Música Catalana 1905-1908
Palau de la Música Catalana, didesain oleh arsitek modernis Lluis Domenech i Montaner. Salah satu ruang konser utama dunia. Diklasifikasikan sebagai monumen ertsistik bersejarah pada tahun 1971. Menerima pengakuan formal dan eksplisit atas nilai intrinsiknya, terdaftar dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO tahun 1997.

Palau de la Música, sebuah keajaiban artistik, yang pada awalnya hanya didedikasikan untuk musik, sekarang mengambil inisiatif untuk mengakomodasi pertemuan sosial, budaya, hiburan dan bisnis. Dengan keinginan untuk terbuka pada dunia, menawarkan citra kosmopolitan dan avant-garde, Palau selalu ingin memenuhi tuntutan perubahan dalam masyarakat sambil menjaga nilai-nilai budaya Catalan.

Aulanya diapit oleh dua lampu mewakili Barcelona pada masanya dan beberapa patung komponis terkenal dan tiang dengan motif bunga mencerminkan pentingnya desain dan estetika melengkapi seni modernis. Palau de la Música memiliki unsur-unsur lain seperti skylight, jendela kaca patri, kombinasi dari batu bata dan ornamen keramik, yang merupakan pekerjaan dari para seniman dan pengrajin yang diarsiteki Domènech i Montaner . Bangunan ini mencerminkan karakter nasional Catalan dengan ornamen arsitektur berbakat yang luar biasa, terinspirasi oleh arsitektur Hispano-Arab. Dalam karya ini, Domènech i Montaner menyoroti solusi penggunaan struktur dari besi, mosaik kaca dan polikrom.

Hal ini juga harus dicatat bahwa pada area tertentu, awalnya, diperuntukkan secara eksklusif untuk penggunaan Orfeo Català dan sekarang terbuka untuk umum, seperti le Foyer dan la Salle Luis Millet , pendiri L'Orfeo. Sejak peresmiannya, Palau tetap dengan tampilan yang sama hingga tahun 1983, di mana Oscar Tusquets melakukan tahap pertama ekspansi dan renovasi Palau. Kemudian, pada tahun 1994, pekerjaan restorasi lebih lanjut dilakukan dengan perluasan fasilitas tertentu. Le Palau Petit adalah konstruksi baru-baru ini, dengan ruangan dan akustik yang luar biasa. Ada juga sebuah studio rekaman dengan peralatan teknis audiovisual generasi terakhir.

Hôpital de Sant Pau i de la Santa Creu 1901-1930
Pada tahun 1997, UNESCO mendaftarkan Hôpital de Sant Pau i de la Santa Creu dalam daftar Situs Warisan Dunia. Gedung ini adalah sebuah model perintis untuk pelayanan medis, karya arsitek Lluis Domenech i Montaner, salah satu pelopor utama dari Modernisme Catalan.

Hôpital de Sant Pau i de la Santa Creu diciptakan tahun 1401 berikut reunifikasi enam rumah sakit yang ada di Barcelona. Kemudian, sesaat sebelum awal abad kedua puluh, kemajuan medis memerlukan perubahan dan modernisasi fasilitas, pada tahun 1902 renovasi dipimpin oleh Domenech i Montaner. Beliau memiliki pengalaman proyek rumah sakit lain, Institut Pere Mata de Reus (Tarragona), ia menggunakan pengetahuan dan keterampilan baru yang diperoleh sebelumnya. Pekerjaan berlangsung selama delapan belas tahun dan terganggu karena kurangnya dana. Pada tahun 1930, Hôpital de la Santa Creu ditambahkan nama Sant Pau, untuk menghormati pelindung bangunan ini.

Rumah sakit ini memililki luas 300 meter persegi, awalnya direncanakan dengan 48 paviliun, akhirnya hanya memiliki 27 paviliun, masing-masing sesuai dengan spesialisasi medis. Mereka semua dihubungkan oleh sebuah terowongan bawah tanah yang memfasilitasi diantara gedung-gedung. Pusatnya terdiri dari instalasi teknis yang juga memiliki perpustakaan, gereja, dll. Rumah sakit in juga dikenal untuk beberapa lukisan dan mosaik serta untuk karya-karya yang dibuat dengan besi tempa. Sebuah rumah sakit yang menawarkan berbagai solusi untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien.

Karakteristik pada masa modernis, Hôpital de Sant Pau i de la Santa Creu menggambarkan ornamen yang sangat berharga dari alam, keindahan melalui jendela, dianggap dan digunakan sebagai elemen untuk memurnikan jiwa. Mencerminkan keseluruhan pekerjaan arsitek, Hôpital de Sant Pau i de la Santa Creu memancarkan estetika modernis unik untuk Art Nouveau Prancis. Ukiran, patung, dekorasi dan ornamen adalah karya dari Pau Gargallo.

Tahun 1992, Barcelona adalah tuan rumah dari Olimpiade, dan citra sebagai kota olahraga dibawa terus, antara lain dengan menetapkan tahun 2003 sebagai Tahun Olahraga, dan menggelar beberapa event penting olahraga internasional. Olahraga meupakan salah satu alat bagi Barcelona untuk mencitrakan kembali kotanya

Upaya lainnya adalah dengan upaya monumentalisasi kota Barcelona. Yakni dengan membangun, serta memelihara bangunan-bangunan monumental di Barcelona. Tema identifikasi tersebut telah membuat kontribusi penting untuk meningkatkan citra Barcelona dan pencitraan kembali ini tampaknya telah terjadi, terutama melalui mekanisme dalam kerangka kerja konseptual.

La Mer Méditerranée, Barcelona.  Narottama 2012

Kesimpulan
Isu problematik yang muncul , berhubungan dengan upaya pencitraan kembali Barcelona. Dimana ada tiga inisistif utama yang ditawarkan ( Modernista, Sporting, dan Monumental) saling mendominasi. Perencanaan kota Barcelona menuju pembangunan citra tampaknya telah menghasilkan perubahan citra yang sukses. Namun, tidak berarti bahwa pendekatan ini telah mencapai regenerasi kota yang berhasil.

Pembentukan sinekdot baru terhadap image dan simbol kota yang telah jenuh merupakan sebuah pendekatan khusus untuk regenerasi, termasuk di dalamnya « imagable »landscape sebagai daya tarik utama. Meskipun keberhasilan Barcelona dalam reorientasi citra wisatanya tercapai, ada perbedaan pendapat, apakah ini telah dikompromikan dengan tujuan sosio-ekonomi yang lebih luas.

Barcelona telah mengalami perubahan citra positif dalam beberapa tahun terakhir dan proses ini telah terjadi melalui produksi efektif synecdoches baru dan juga konotasi. Barcelona melalui olahraga, warisan dan citra arsitektur kota, telah mengkomunikasikan secara konsisten pencitraan kembalinya. Makalah ini telah mengidentifikasi kerangka konseptual sederhana yang mewakili bagaimana inisiatif pencitraan kembali dapat mempengaruhi citra Barcelona sebagai kota tujuan wisata, menunjukkan bahwa pencitraan kembali Barcelona tersebut dapat membantu penelitian, dan pemahaman dari studi ini.

Daftar Pustaka :

(Artikel ini merupakan hasil resume dari dua artikel diatas, dengan beberapa pengembangan atas inisiatif penulis)
Version français, click ici

Paris, le 15 janvier 2012
Nararya Narottama





































No comments:

Post a Comment