Wednesday, December 7, 2011

KONSEP DASAR DAN PENERAPAN 4A DI DUNIA PARIWISATA


KONSEP DASAR DAN PENERAPAN 4A DI DUNIA PARIWISATA
Disarikan dari kuliah Dr. I Nyoman Madiun, M.Sc 
Magister Pariwisata Universitas Udayana 2011
oleh Nararya Narottama

Pengantar
            Kompetensi seorang hotelier merupakan perpaduan dari 3 unsur dasar, yakni Knowledge atau pengetahuan, Attitude atau perilaku, Skill atau keterampilan. Pengetahuan amat penting, karena dengan pengetahuan, seorang hotelier dapat memberikan jasa pelayanan yang sesuai standar, melakukan segala sesuatu dengan baik dan benar. Perilaku merupakan suatu hal yang mencerminkan diri sejati dari seorang hotelier.

KONFLIK SPATIAL ANTARA MASYARAKAT LOKAL, PEMERINTAH, DAN PENGELOLA AKOMODASI PARIWISATA DI SUNGAI AYUNG

KONFLIK SPATIAL ANTARA MASYARAKAT LOKAL, PEMERINTAH, DAN PENGELOLA AKOMODASI PARIWISATA DI SUNGAI AYUNG
oleh: Nararya Narottama
Pengantar     
            Dua dasawarsa terakhir, selain daerah pesisir pantai, tren perkembangan pariwisata di Bali cendrung mengarah pada daerah-daerah pedesaan. Terutama daerah aliran sungai yang menwarkan pemandangan indah serta suasana yang nyaman, walaupun  letaknya berada di tebing-tebing yang curam, Hal ini dapat dilihat dari pesatnya pertumbuhan hotel dan vila di daerah tersebut. Seperti yang terjadi di kawasan Ubud dan sekitarnya. Deretan hotel dan vila mewah kini telah bertengger di sepanjang tebing sungai Campuhan, Sungai Ayung dan sungai Petanu.

PENGEMBANGAN WISATA ALTERNATIF YANG BERBASIS MASYARAKAT DAN EKOLOGI DI DESA PEKRAMAN MUNCAN, KARANGASEM

PENGEMBANGAN WISATA ALTERNATIF YANG BERBASIS MASYARAKAT DAN EKOLOGI DI DESA PEKRAMAN MUNCAN, KARANGASEM
Oleh: Nararya Narottama
Latar Belakang:
            Pada awal berkembangnya pariwisata Bali, masih berorientasi pada “Mass Tourism” atau pariwisata massal. Konsep ini lebih mementingkan kuantitas daripada kualitas wisatawan. Dalam jangka pendek, konsep ini memang membawa manfaat secara ekonomi, namun dalam jangka panjang, konsep ini juga memberikan dampak negatif.

DEFINISI PARIWISATA MENURUT PARA AHLI

DEFINISI PARIWISATA MENURUT PARA AHLI

Dikompilasi oleh Nararya Narottama

(18th Century)*
The word ‘tour’ gained acceptance in the  when the Grand Tour of Europe became part of the upbringing of the educated and wealthy British nobleman or cultured gentleman. Grand tours were taken in particular by young people to "complete" their education. They travelled all over Europe, but notably to places of cultural and aesthetic interest, such as Rome, Tuscany and the Alps.

SUPER FAMILY - BALI TRADITIONAL OUTBOUND PROGRAM (Proposal)

SUPER FAMILY - BALI TRADITIONAL OUTBOUND PROGRAM (Proposal)
oleh: Nararya Narottama
Latar Belakang
              Permainan tradisional Bali di jaman modern sekarang ini semakin tidak mampu mempertahankan eksistensinya. Berbagai jenis permainan ini harus bersaing dengan alat permainan yang diciptakan oleh teknologi tinggi, yang mana lambat laun menenggelamkan keberadaan permainan tradisional di kalangan anak-anak di Bali. Kondisi tersebut  telah menyebabkan anak-anak Bali di jaman sekarang ini tidak sempat mengenyam bahkan tidak mengenal permainan tradisional ini.

Pengembangan Gunung Batur Sebagai Daya Tarik Wisata Petualangan Berbasis Ekologi dan Pariwisata Berkelanjutan

Pengembangan Gunung Batur Sebagai Daya Tarik Wisata Petualangan Berbasis Ekologi dan Pariwisata Berkelanjutan
Oleh: Nararya Narottama

Abstract
            Mountains and mountains is one of the attractions of nature that is quite prominent and attracted many tourists. In addition to the beautiful panoramic landscape, the air is cool and comfortable, some mountain attractions  can be achieved by tourists easily. Tourism activities are more challenging, as the climb to the top of the mountain- that is supported with a clear climbing route-also began to demand by tourists adolescents and their adventurous. Generally attractions being developed in Indonesia is still relying on the attraction owned tourist resources (resource-based tourism) and have not dug deeper in terms of their knowledge (knowledge-based tourism). Similarly, volcanic attractions, which have utilized the "physical form" of the volcano. Though expected from tourism activities, tourists do not only benefit in terms of pleasure (pleasure) alone, but also get the benefits of useful knowledge. And also for sustainability and ecological aspects.This can be a value-added in these attractions.

Pariwisata Budaya dan Komodifikasi, Suatu Pergulatan Kebudayaan

Pariwisata Budaya dan Komodifikasi, Suatu Pergulatan Kebudayaan
Oleh : Nararya Narottama
Pendahuluan
            Bali merupakan salah satu pulau kecil yang berada di Indonesia, pesonanya telah membuat pulau ini terkenal ke manca negara. Banyak wisatawan ingin berkunjung ke pulau ini, bahkan beberapa julukan seperti “The Last Paradise on Earth”, “The Island of Thousands Temples” disematkan kepada Bali.
Selain itu, Bali kemudian menjadi salah satu andalan pemasok devisa bagi Indonesia
Sejak akhir abad lalu, kita sudah mendengar luas berbagai informasi tentang Globalisasi, terutama dalam kaitannya dengan kecaman yang diberikan atas dampak buruk Globalisasi (Neo-Liberal) atau liberalisasi perdagangan dunia.